Kamis, 02 April 2020

PERUSHAAN DAGANG






MAKALAH
PENGANTAR AKUNTANSI
“PERUSAHAAN DAGANG”
Dosen Pembimbing: Nurlinda,SE.M.Si.,CA






OLEH :
Nama         : Ruwina Puspita Sembiring
NIM  : 19012074
Kelas : Otak Kanan

SEKOLAH TINGGI ILMU MANAJMEN SUKMA MEDAN
T.A 2019





KATA  PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena dengan rahmat dan hidayah-Nya lah penulis bisa menyelesaikan makalah “Proyek Akuntasi” untuk memenuhi tugas mata kuliah pembelajaran Manajemen Pemasaran di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma Medan ini dengan baik walaupun masih banyak kekurangan didalamnya. Dan saya juga berterimakasih kepada Ibu Nurlinda, S.E., M.Si selaku Dosen mata kuliah Pembelajaran Pengantar Akuntansi II di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma Medan yang telah memberikan tugas ini kepada penulis.
          Penulis sangat berharap kiranya Makalah “Proyek Akuntansi” ini bisa bermanfaat bagi pembaca untuk mengetahui tentang Perusahaan Dagang. Penulis juga manyadari sepenuhnya bahwa didalam Makalah “Proyek Akuntansi”  ini masih banyak terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh karna itu penulis berharap adanya kritikan dan saran serta usulan demi perbaikan Makalah “Proyek Akuntansi” yang telah penulis buat untuk di masa mendatang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa ada nya saran dari pembaca.




                                                                   Medan, 21 Februari 2020







DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................................................... 1
DAFTAR ISI .......................................................................................................... 2
BAB I      PENDAHULUAN.................................................................................. 3
1.1  Latar Belakang ................................................................................. 1
1.2  Rumusan Masalah ............................................................................. 3
1.3  Tujuan Penulisan ............................................................................... 3

BAB II    PEMBAHASAN ............................................................................        5
                 2.1 Pengertian Perusahaan Dagang ........................................................ 5
                 2.2 Laporan-Laporan Pada Perusahaan Dagang ..................................... 5
                 2.3 Akun-Akun Pada Perusahaan Dagang ............................................. 5
                 2.4 Metode Pencatatan Persediaan Barang Dagang  .............................. 6
                 2.5 Ciri-Ciri Perusahaan Dagang .............................................................. 8
                 2.6 Jenis-Jenis Perusahaan Dagang ......................................................... 8
                 2.7 Contoh laporan keuangan ................................................................. 9

BAB III   PENUTUP ............................................................................................ 17
                 3.1 Kesimpulan ..................................................................................... 17
                 3.2 Saran ............................................................................................... 17

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 18




BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur selalu memiliki persediaan di dalam toko maupun di gudang persediaan. Persediaan tersebut dapat berupa persediaan bahan baku, barang dalam proses atau barang jadi. Persediaan harus dimiliki perusahaan karena merupakan produk perusahaan yang harus dijual sebagai sumber pendapatan perusahaan. Persediaan merupakan salah satu aktiva perusahaan yang penting sekali, karena berpengaruh secara langsung terhadap kemampuan perusahaan memperoleh pendapatan. Karena itu, persediaan harus dikelola dengan baik dan dicatat dengan baik, agar perusahaan dapat menjual produknya dan memperoleh pendapatan sehingga tujuan perusahaan tercapai.
 Persediaan merupakan barang-barang yang dimiliki perusahaan untuk dijual kembali atau diproses lebih lanjut menjadi barang untuk dijual. Perusahaan dagang maupun perusahaan manufaktur pada umumnya mempunyai persediaan yang jumlah, jenis serta masalahnya tidak selalu sama antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lainnya. Persediaan meliputi barang yang dibeli dan disimpan untuk dijual kembali, misalnya barang dagang yang dibeli oleh pengecer untuk dijual kembali. Persediaan juga meliputi barang jadi yang telah diproduksi, atau barang dalam proses yang sedang diproduksi perusahaan, termasuk bahan serta perlengkapan yang akan digunakan dalam proses produksi.
Perusahaan manufaktur berbeda dengan perusahaan dagang yang membeli dan menjualnya dalam bentuk yang sama, perusahaan manufaktur harus mengolah 2 terlebih dahulu bahan baku atau bahan mentah yang dibelinya sebelum menjualnya kepada masyarakat, maka dari itu jenis persediaan di dalam perusahaan manufaktur dapat dibedakan menjadi persediaan bahan baku, persediaan barang dalam proses dan persediaan barang jadi.
                                                                                                                        
1.2 Rumusan masalah
1.  Apa pengertian perusahaan dagang ?
2.  Laporan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan dagang ?
3.  Apa saja akun-akun perusahaan dagang ?
4.   Apa saja metode-metode pencatatan perusahaan dagang ?
5.  Apa saja ciri-ciri yang ada di perusahaan dagang?
6.  Apa saja jenis-jenis perusahaan dagang?
7.  Bagaimana membuat laporan keuangan perusahaan dagang?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui  pengertian perusahaan dagang.
2. Mengetahui  laporan yang dibutuhkan perusahaan dagang.
3. Mengetahui akun-akun perusahaan dagang.
4.  Mengetahui metode-metode perusahaan dagang
5. Mengetahui ciri-ciri perusahaan dagang.
6. Mengetahui jenis-jenis perusahaan dagang.
7. Mengetahui laporan keuangan akuntansi perusahaan dagang.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Perusahaan Dagang
Perusahaan dagang ialah suatu perusahaan yang usaha utamanya membeli barang dari pemasok kemudian menjual lagi ke konsumen tanpa merubah dari wujud barang tersebut.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa akuntansi perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatan bisnisnya membeli dan menjual kembali barang dagangannya tanpa merubah bentuk dengan tujuan mendapatkan profit/keuntungan.
2.2 Laporan-Laporan Pada Perusahaan Dagang
1. Jurnal umum
2. Buku besar
3. Neraca saldo
4. Kertas kerja dan penyesuaian
5. Laporan rugi laba
6. Laporan neraca
7. Laporan perubahan keuangan
8. Tutup buku
2.3 Akun-Akun Pada Perusahaan Dagang:
a. Pembelian
Pembelian ialah akun yang berfungsi untuk mencatat setiap transaksi yang terjadi pada saat “pembelian barang dagangan” baik tunai ataupun kredit.
Akun dalam “pembelian” dicatat disisi sebelah debet dan “kas” serta “utang dagang” disisi sebelah kredit.
b. Potongan pembelian
Potongan pembelian ialah akun yang berfungsi untuk mencatat potongan pada saat diberikan oleh penjual barang dagangan. Potongan pembelian dan syarat untuk memperoleh potongan pembelian besarnya akan ditentukan oleh penjual. Contohnya; syarat pembayaran 2/10, n/30 maksudnya adalah pembeli akan memperoleh potongan 2% bila membayar dalam 10 hari ataupun kurang dari tanggal transaksi dan jangka waktu kredit 30 hari.
Pencatatan Akun “potongan pembelian” disisi sebelah kredit. Cirinya pada akun ini akan mengurangi jumlah kas yang dibayar.
c. Retur pembelian atau pengurangan harga
Retur pembelian atau pengurangan harga ialah akun yang berfungsi untuk pencatatan pengembalian barang dagang yang sudah dibeli sebab sesuatu hal. Seperti karena rusak.
Akun pada “potongan pembelian atau pengurangan harga” yang pencatatannya disisi sebelah kredit dan disifatnya mengurangi utang dagang.

d. Beban angkut pembelian

Beban angkut ialah akun yang berfungsi untuk pencatatan besarnya beban angkut yang menjadi tanggungan pembeli.
Akun “beban angkut pembelian” pencatatannya sisi sebelah debet serta “kas” sisi sebelah kredit.

e. Penjualan

Penjualan ialah akun yang berfungsi untuk pencatatan transaksi “penjualan barang dagang” baik dalam tunai ataupun secara kredit.
Pencatatan akun “beban angkut pembelian” yaitu disisi sebalah debet lalu piutang dan kas dicatat sisi sebelah kredit.

f. Potongan penjualan

ialah akun yang berfungsi untuk pencatatan potongan yang akan dibei kepada pembeli. Pencatatan akun “potongan penjualan” akan dicatat sisi sebelah debet dan sifatnya akan mengurangi kas yang diterima.

2.4 Metode Pencatatan Persediaan Barang Dagang

Metode pencatatan persediaan barang dagang ada dua cara, antara lain:

1. Metode sistem periodik (periode system)

Sistem ini dalam menentukan besarnya persediaan dilakukan dengan cara menggandakan perhitungan secara fisik pada persediaan barang ketika akhir periode. Pada sistem ini selaras bila digunakan oleh perusahaan kecil dan barang dagangannya cenderung murah serta transaksi sering terjadi.
Pencatatan pada sistem ini “persediaan barang dagang” hanya akan dicatat disetiap akhir periode sebesar persediaan akhir dari perolehan perhitungan fisik barang dagang. Persediaan barang dagang merupakan persediaan awal periode berikutnya.
Ketika periode akuntansi berjalan, bila ada pembelian barang dagang maka akan dicatat sebagai akun “pembelian”. Lalu bila ada penjualan barang dagang maka akan dicatat sebagai akun “penjualan”.

2. Metode sistem terus menerus (perpetual system)

Pada sistem ini, memerlukan suatu pencatatan yang secara berterusan mengikuti perubahan atas persediaan awal pada periode sampai akhir periode akuntansi. Dalam sistem ini cocok bila digunakan pada perusahaan yang menjual barang dagangnya dengan nilai tinggi,seperti TV, dan mobil.
Pencatatan sistem ini akun “persediaan barang dagang “ akan dicatat sebelah debet setiap ada transaksi pembelian barang dagang serta akan dicatat sisi sebelah kredit setiap ada penjualan barang dagang.

a. Retur penjualan atau pengurangan harga

Retur penjualan atau pengurangan harga ialah akun yang berfungsi untuk mencatat pengembalian suatu barang yang sudah dijual.
Akun “retur penjualan atau pengurangan harga” akan dicatat sisi sebelah debet dan sifatnya akan mengurangi piutang.

b. Beban angkut penjualan

Beban angkut penjualan ialah akun yang berfungsi untuk mencatat besarnya beban angkut dan akan ditanggung oleh sipenjual.
Akun pada “beban angkut penjualan”dicatat pada sisi sebelah debet dan “kas” disisi sebelah kredit.

c. Persediaan barang dagang

Persediaan barang dagang ialah akun yang berfungsi untuk menentukan jumlah barang dagang dalam persediaan perusahaan pada saat menunggu untuk dijual.
Pencatatan akun tergantung pada cara pencatatan persediaan yang dilakukan dalam suatu perusahaan.

d. Harga pokok penjualan

Harga pokok penjualan (HPP) ialah akun yang berfungsi saat menentukan jumlah harga pokok barang yang dijuakan. Yakni harga beli ditambah beban yang dikeluarkan dalam memperoleh barang yang akan dijual tersebut.
Akun pada “harga pokok penjualan” dapat dicatat akhir periode pada saat penyesuaian.

2.5 Ciri-Ciri Perusahaan Dagang

Perusahaan dagang bisa dibedakan dari jenis lain dengan melihat ciri-ciri khusus yang melekat dalam suatu perusahaan dagang. Ciri-ciri perusahaan dagang yaitu sebagai berikut :
  1. Pendapatan utamanya berasal dari penjualan barang dagangan.
  2. Biaya utamanya berasal dari harga pokok barang yang terjual dan biaya usaha lainnya.
  3. Dalam akuntansinya terdapat akun persediaan barang dagangan.
  4. Sebagai perantara antara produsen dan konsumen.
  5. Antara barang yang dibeli dan barang yang dijual sama atau tidak ada perubahan.
  6. Tujuan utamanya mencari laba dengan cara menjual dagang dengan harga lebih tinggi dibandingkan dengan harga belinya.

2.6 Jenis-Jenis Perusahaan Dagang

Secara umum, bentuk perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu:

1. Berdasarkan Produk yang Diberdayakan

  • Barang Produksi, yaitu perusahaan yang memperjualbelikan produk berupa bahan baku (raw material) sebagai bahan dasar membuat produk atau peralatan produksi untuk menghasilkan produk baru. Misalnya; mesin bubut, benang, kayu gelondongan, dan lainnya.
  • Barang Jadi, yaitu perusahaan yang memperjualbelikan produk jadi atau produk yang siap digunakan oleh konsumen. Misalnya; pakaian, televisi, meja, dan lainnya.

 

2. Berdasarkan Jenis Konsumen

  • Perusahaan Besar (Wholesaler), yaitu perusahaan yang membeli produk secara langsung dari pabrik dalam jumlah besar, dan cara menjualnya pun dalam jumlah yang besar juga. Misalnya; pedagang grosir.
  • Perusahaan Perantara (Middleman), yaitu perusahaan perantara yang membeli barang dagang dalam jumlah besar dan dijual kembali ke perusahaan retail dalam jumlah sedang. Misal; pedagang sub grosir.
  • Perusahaan Retail/ pengecer (Retailer), yaitu perusahaan yang berhubungan langsung dengan konsumen akhir dimana konsumen dapat membeli barang secara eceran. Misalnya; pasar swalayan, kios, warung.
  • Berikut Ini adalah Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang https://drive.google.com/open?id=1L1oXuYlIIZs34BUd9w8Vuyer7WkoEf4s
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
                   Perusahaan dagang adalah suatu bentuk perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan barang dimana aktivitas utamanya adalah membeli, menyimpan, dan menjual kembali barang-barang dagang untuk mencari keuntungan tanpa memberikan nilai tambah pada barang-barang tersebut.
Dengan kata lain, perusahaan dagang (trading company) membeli suatu barang dengan tujuan untuk dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi tanpa perlu memberi nilai tambah pada barang tersebut. Dalam hal ini yang dimaksud dengan memberikan nilai tambah adalah mengolah, mengubah bentuk/ sifat barang, sehingga nilai jualnya lebih tinggi.

3.2 Saran
            Kami membuat makalah ini untuk  pembelajaran bersama. Kami mengambil dari berbagai sumber, jadi apabila pembaca menemukan kesalahan dan kekurangan, maka kami sarankan untuk mencari referensi yang lebih baik. Apabila pembaca merasa ada kekurangan dapat membaca buku yang menjadi referensi secara lengkap.
                             


DAFTAR PUSTAKA
https://www.ruangguru.co.id/pengetahuan-akuntansi-perusahaan-dagang/ : diakses pada tanggal 19 Februari 2020 Pukul 15.00 WIB
https://www.gurupendidikan.co.id/perusahaan-dagang/  : diakses pada tanggal 19 Februari 2020 Pukul 15.00 WIB
https://www.maxmanroe.com/vid/bisnis/perusahaan-dagang.html : diakses pada tanggal 19 Februari 2020 Pukul 16:00 WIB












Tidak ada komentar:

Posting Komentar