MAKALAH
PENGANTAR
AKUNTANSI
“PERUSAHAAN
DAGANG”
Dosen Pembimbing: Nurlinda,SE.M.Si.,CA
OLEH :
Nama : Ruwina Puspita Sembiring
NIM : 19012074
Kelas : Otak Kanan
SEKOLAH TINGGI ILMU
MANAJMEN SUKMA MEDAN
T.A 2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha
Kuasa karena dengan rahmat dan hidayah-Nya lah penulis bisa menyelesaikan
makalah “Proyek Akuntasi” untuk memenuhi tugas mata kuliah pembelajaran Manajemen
Pemasaran di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma Medan ini dengan baik walaupun
masih banyak kekurangan didalamnya. Dan saya juga berterimakasih kepada Ibu
Nurlinda, S.E., M.Si selaku Dosen mata kuliah Pembelajaran Pengantar Akuntansi
II di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma Medan yang telah memberikan tugas ini
kepada penulis.
Penulis
sangat berharap kiranya Makalah “Proyek Akuntansi” ini bisa bermanfaat bagi
pembaca untuk mengetahui tentang Perusahaan Dagang. Penulis juga manyadari
sepenuhnya bahwa didalam Makalah “Proyek Akuntansi” ini masih banyak terdapat kekurangan dan jauh
dari kata sempurna. Oleh karna itu penulis berharap adanya kritikan dan saran
serta usulan demi perbaikan Makalah “Proyek Akuntansi” yang telah penulis buat
untuk di masa mendatang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa ada
nya saran dari pembaca.
Medan,
21 Februari 2020
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................................................... 1
DAFTAR ISI .......................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................. 3
1.1 Latar Belakang ................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................. 3
1.3 Tujuan Penulisan ............................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN
............................................................................ 5
2.1
Pengertian Perusahaan Dagang ........................................................ 5
2.2
Laporan-Laporan Pada Perusahaan Dagang ..................................... 5
2.3
Akun-Akun Pada Perusahaan Dagang ............................................. 5
2.4
Metode Pencatatan Persediaan Barang Dagang
.............................. 6
2.5
Ciri-Ciri Perusahaan Dagang .............................................................. 8
2.6
Jenis-Jenis Perusahaan Dagang
......................................................... 8
2.7
Contoh laporan keuangan ................................................................. 9
BAB III PENUTUP
............................................................................................ 17
3.1
Kesimpulan ..................................................................................... 17
3.2
Saran ............................................................................................... 17
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 18
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Perusahaan
dagang dan perusahaan manufaktur selalu memiliki persediaan di dalam toko maupun
di gudang persediaan. Persediaan tersebut dapat berupa persediaan bahan baku,
barang dalam proses atau barang jadi. Persediaan harus dimiliki perusahaan
karena merupakan produk perusahaan yang harus dijual sebagai sumber pendapatan
perusahaan. Persediaan merupakan salah satu aktiva perusahaan yang penting
sekali, karena berpengaruh secara langsung terhadap kemampuan perusahaan
memperoleh pendapatan. Karena itu, persediaan harus dikelola dengan baik dan
dicatat dengan baik, agar perusahaan dapat menjual produknya dan memperoleh
pendapatan sehingga tujuan perusahaan tercapai.
Persediaan merupakan barang-barang yang
dimiliki perusahaan untuk dijual kembali atau diproses lebih lanjut menjadi
barang untuk dijual. Perusahaan dagang maupun perusahaan manufaktur pada
umumnya mempunyai persediaan yang jumlah, jenis serta masalahnya tidak selalu
sama antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lainnya. Persediaan
meliputi barang yang dibeli dan disimpan untuk dijual kembali, misalnya barang
dagang yang dibeli oleh pengecer untuk dijual kembali. Persediaan juga meliputi
barang jadi yang telah diproduksi, atau barang dalam proses yang sedang
diproduksi perusahaan, termasuk bahan serta perlengkapan yang akan digunakan
dalam proses produksi.
Perusahaan
manufaktur berbeda dengan perusahaan dagang yang membeli dan menjualnya dalam
bentuk yang sama, perusahaan manufaktur harus mengolah 2 terlebih dahulu bahan
baku atau bahan mentah yang dibelinya sebelum menjualnya kepada masyarakat,
maka dari itu jenis persediaan di dalam perusahaan manufaktur dapat dibedakan
menjadi persediaan bahan baku, persediaan barang dalam proses dan persediaan
barang jadi.
1.2 Rumusan
masalah
1.
Apa pengertian perusahaan dagang ?
2. Laporan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan
dagang ?
3.
Apa saja akun-akun perusahaan dagang ?
4. Apa saja metode-metode pencatatan perusahaan
dagang ?
5. Apa saja ciri-ciri yang ada di
perusahaan dagang?
6.
Apa saja jenis-jenis perusahaan dagang?
7.
Bagaimana membuat laporan keuangan perusahaan dagang?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui pengertian perusahaan dagang.
2. Mengetahui
laporan yang dibutuhkan perusahaan dagang.
3. Mengetahui akun-akun
perusahaan dagang.
4. Mengetahui metode-metode
perusahaan dagang
5. Mengetahui ciri-ciri
perusahaan dagang.
6. Mengetahui jenis-jenis
perusahaan dagang.
7. Mengetahui laporan keuangan akuntansi perusahaan
dagang.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Perusahaan Dagang
Perusahaan dagang ialah suatu perusahaan yang usaha
utamanya membeli barang dari pemasok kemudian menjual lagi ke konsumen tanpa
merubah dari wujud barang tersebut.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa akuntansi perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatan bisnisnya membeli dan menjual kembali barang dagangannya tanpa merubah bentuk dengan tujuan mendapatkan profit/keuntungan.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa akuntansi perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatan bisnisnya membeli dan menjual kembali barang dagangannya tanpa merubah bentuk dengan tujuan mendapatkan profit/keuntungan.
2.2 Laporan-Laporan Pada Perusahaan
Dagang
1.
Jurnal umum
2. Buku besar
3. Neraca saldo
4. Kertas kerja dan penyesuaian
5. Laporan rugi laba
6. Laporan neraca
7. Laporan perubahan keuangan
8. Tutup buku
2. Buku besar
3. Neraca saldo
4. Kertas kerja dan penyesuaian
5. Laporan rugi laba
6. Laporan neraca
7. Laporan perubahan keuangan
8. Tutup buku
2.3 Akun-Akun
Pada Perusahaan Dagang:
a. Pembelian
Pembelian ialah akun yang berfungsi untuk mencatat
setiap transaksi yang terjadi pada saat “pembelian barang dagangan” baik tunai
ataupun kredit.
Akun dalam “pembelian” dicatat disisi sebelah debet dan “kas” serta “utang dagang” disisi sebelah kredit.
Akun dalam “pembelian” dicatat disisi sebelah debet dan “kas” serta “utang dagang” disisi sebelah kredit.
b. Potongan pembelian
Potongan
pembelian ialah akun yang berfungsi untuk mencatat potongan pada saat diberikan
oleh penjual barang dagangan. Potongan pembelian dan syarat untuk memperoleh
potongan pembelian besarnya akan ditentukan oleh penjual. Contohnya; syarat
pembayaran 2/10, n/30 maksudnya adalah pembeli akan memperoleh potongan 2% bila
membayar dalam 10 hari ataupun kurang dari tanggal transaksi dan jangka waktu
kredit 30 hari.
Pencatatan Akun “potongan pembelian” disisi sebelah kredit. Cirinya pada akun ini akan mengurangi jumlah kas yang dibayar.
Pencatatan Akun “potongan pembelian” disisi sebelah kredit. Cirinya pada akun ini akan mengurangi jumlah kas yang dibayar.
c.
Retur pembelian atau pengurangan harga
Retur
pembelian atau pengurangan harga ialah akun yang berfungsi untuk pencatatan
pengembalian barang dagang yang sudah dibeli sebab sesuatu hal. Seperti karena
rusak.
Akun pada “potongan pembelian atau pengurangan harga” yang pencatatannya disisi sebelah kredit dan disifatnya mengurangi utang dagang.
Akun pada “potongan pembelian atau pengurangan harga” yang pencatatannya disisi sebelah kredit dan disifatnya mengurangi utang dagang.
d. Beban angkut pembelian
Beban
angkut ialah akun yang berfungsi untuk pencatatan besarnya beban angkut yang
menjadi tanggungan pembeli.
Akun “beban angkut pembelian” pencatatannya sisi sebelah debet serta “kas” sisi sebelah kredit.
Akun “beban angkut pembelian” pencatatannya sisi sebelah debet serta “kas” sisi sebelah kredit.
e. Penjualan
Penjualan
ialah akun yang berfungsi untuk pencatatan transaksi “penjualan barang dagang”
baik dalam tunai ataupun secara kredit.
Pencatatan akun “beban angkut pembelian” yaitu disisi sebalah debet lalu piutang dan kas dicatat sisi sebelah kredit.
Pencatatan akun “beban angkut pembelian” yaitu disisi sebalah debet lalu piutang dan kas dicatat sisi sebelah kredit.
f. Potongan penjualan
ialah
akun yang berfungsi untuk pencatatan potongan yang akan dibei kepada pembeli.
Pencatatan akun “potongan penjualan” akan dicatat sisi sebelah debet dan
sifatnya akan mengurangi kas yang diterima.
2.4 Metode Pencatatan Persediaan Barang Dagang
Metode pencatatan
persediaan barang dagang ada dua cara, antara lain:
1. Metode sistem periodik (periode system)
Sistem
ini dalam menentukan besarnya persediaan dilakukan dengan cara menggandakan
perhitungan secara fisik pada persediaan barang ketika akhir periode. Pada
sistem ini selaras bila digunakan oleh perusahaan kecil dan barang dagangannya
cenderung murah serta transaksi sering terjadi.
Pencatatan
pada sistem ini “persediaan barang dagang” hanya akan dicatat disetiap akhir
periode sebesar persediaan akhir dari perolehan perhitungan fisik barang
dagang. Persediaan barang dagang merupakan persediaan awal periode berikutnya.
Ketika
periode akuntansi berjalan, bila ada pembelian barang dagang maka akan dicatat
sebagai akun “pembelian”. Lalu bila ada penjualan barang dagang maka akan
dicatat sebagai akun “penjualan”.
2. Metode sistem terus menerus (perpetual system)
Pada
sistem ini, memerlukan suatu pencatatan yang secara berterusan mengikuti
perubahan atas persediaan awal pada periode sampai akhir periode akuntansi.
Dalam sistem ini cocok bila digunakan pada perusahaan yang menjual barang
dagangnya dengan nilai tinggi,seperti TV, dan mobil.
Pencatatan
sistem ini akun “persediaan barang dagang “ akan dicatat sebelah debet setiap
ada transaksi pembelian barang dagang serta akan dicatat sisi sebelah kredit
setiap ada penjualan barang dagang.
a. Retur penjualan atau pengurangan harga
Retur
penjualan atau pengurangan harga ialah akun yang berfungsi untuk mencatat
pengembalian suatu barang yang sudah dijual.
Akun “retur penjualan atau pengurangan harga” akan dicatat sisi sebelah debet dan sifatnya akan mengurangi piutang.
Akun “retur penjualan atau pengurangan harga” akan dicatat sisi sebelah debet dan sifatnya akan mengurangi piutang.
b. Beban angkut penjualan
Beban
angkut penjualan ialah akun yang berfungsi untuk mencatat besarnya beban angkut
dan akan ditanggung oleh sipenjual.
Akun pada “beban angkut penjualan”dicatat pada sisi sebelah debet dan “kas” disisi sebelah kredit.
Akun pada “beban angkut penjualan”dicatat pada sisi sebelah debet dan “kas” disisi sebelah kredit.
c. Persediaan barang dagang
Persediaan barang dagang ialah
akun yang berfungsi untuk menentukan jumlah barang dagang dalam persediaan
perusahaan pada saat menunggu untuk dijual.
Pencatatan akun tergantung pada cara pencatatan persediaan yang dilakukan dalam suatu perusahaan.
Pencatatan akun tergantung pada cara pencatatan persediaan yang dilakukan dalam suatu perusahaan.
d. Harga pokok penjualan
Harga
pokok penjualan (HPP) ialah akun yang berfungsi saat menentukan jumlah harga
pokok barang yang dijuakan. Yakni harga beli ditambah beban yang dikeluarkan
dalam memperoleh barang yang akan dijual tersebut.
Akun pada “harga pokok penjualan” dapat dicatat akhir periode pada saat penyesuaian.
Akun pada “harga pokok penjualan” dapat dicatat akhir periode pada saat penyesuaian.
2.5 Ciri-Ciri Perusahaan Dagang
Perusahaan dagang bisa dibedakan dari jenis lain dengan melihat ciri-ciri khusus yang
melekat dalam suatu perusahaan dagang. Ciri-ciri perusahaan dagang yaitu
sebagai berikut :
- Pendapatan utamanya berasal dari penjualan barang dagangan.
- Biaya utamanya berasal dari harga pokok barang yang terjual dan biaya usaha lainnya.
- Dalam akuntansinya terdapat akun persediaan barang dagangan.
- Sebagai perantara antara produsen dan konsumen.
- Antara barang yang dibeli dan barang yang dijual sama atau tidak ada perubahan.
- Tujuan utamanya mencari laba dengan cara menjual dagang dengan harga lebih tinggi dibandingkan dengan harga belinya.
2.6 Jenis-Jenis Perusahaan Dagang
Secara umum, bentuk perusahaan yang bergerak di bidang
perdagangan dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu:
1. Berdasarkan Produk yang Diberdayakan
- Barang Produksi, yaitu perusahaan yang memperjualbelikan produk berupa bahan baku (raw material) sebagai bahan dasar membuat produk atau peralatan produksi untuk menghasilkan produk baru. Misalnya; mesin bubut, benang, kayu gelondongan, dan lainnya.
- Barang Jadi, yaitu perusahaan yang memperjualbelikan produk jadi atau produk yang siap digunakan oleh konsumen. Misalnya; pakaian, televisi, meja, dan lainnya.
2. Berdasarkan Jenis Konsumen
- Perusahaan Besar (Wholesaler), yaitu perusahaan yang membeli produk secara langsung dari pabrik dalam jumlah besar, dan cara menjualnya pun dalam jumlah yang besar juga. Misalnya; pedagang grosir.
- Perusahaan Perantara (Middleman), yaitu perusahaan perantara yang membeli barang dagang dalam jumlah besar dan dijual kembali ke perusahaan retail dalam jumlah sedang. Misal; pedagang sub grosir.
- Perusahaan Retail/ pengecer (Retailer), yaitu perusahaan yang berhubungan
langsung dengan konsumen akhir dimana konsumen dapat membeli barang secara
eceran. Misalnya; pasar swalayan, kios, warung.
- Berikut Ini adalah Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang https://drive.google.com/open?id=1L1oXuYlIIZs34BUd9w8Vuyer7WkoEf4s
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Perusahaan dagang
adalah suatu bentuk perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan barang
dimana aktivitas utamanya adalah membeli, menyimpan, dan menjual kembali
barang-barang dagang untuk mencari keuntungan tanpa memberikan nilai tambah
pada barang-barang tersebut.
Dengan kata lain,
perusahaan dagang (trading
company) membeli suatu barang dengan tujuan untuk dijual
kembali dengan harga yang lebih tinggi tanpa perlu memberi nilai tambah pada
barang tersebut. Dalam hal ini yang dimaksud dengan memberikan nilai tambah
adalah mengolah, mengubah bentuk/ sifat barang, sehingga nilai jualnya lebih
tinggi.
3.2 Saran
Kami
membuat makalah ini untuk pembelajaran bersama. Kami mengambil dari
berbagai sumber, jadi apabila pembaca menemukan kesalahan dan kekurangan, maka
kami sarankan untuk mencari referensi yang lebih baik. Apabila pembaca merasa
ada kekurangan dapat membaca buku yang menjadi referensi secara lengkap.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.ruangguru.co.id/pengetahuan-akuntansi-perusahaan-dagang/ : diakses pada
tanggal 19 Februari 2020 Pukul 15.00 WIB
https://www.gurupendidikan.co.id/perusahaan-dagang/ :
diakses
pada tanggal 19 Februari 2020 Pukul 15.00 WIB
https://www.maxmanroe.com/vid/bisnis/perusahaan-dagang.html : diakses pada
tanggal 19 Februari 2020 Pukul 16:00 WIB

Tidak ada komentar:
Posting Komentar